JURNAL +62 | Jalan lintas yang menghubungkan Sumatera Barat
(Sumbar) - Provinsi Riau putus, tepatnya Rimbo Datar, Kecamatan
Pangkalan, Kabupaten 50 Kota. Putusnya jalan akibat banjir yang
menggenangi ruas jalan.
Lantaran
kondisi itu, arus lalu lintas terhenti dan terjadi antrean panjang
karena adanya penggalian untuk pembuatan polongan agar banjir tidak
merendam rumah warga.
Kepala
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM)
Riau, Asrizal memastikan akibat jalan putus di Pangkalan belum
berdampak terhadap pasokan sembako di Riau.
"Untuk
hari ini pasokan sembako masih teratasi dengan jumlah yang tersedia di
Pekanbaru. Tapi yang perlu kita antisipasi besok atau lusa jika kondisi
banjir belum bisa diatasi hari ini," kata Asrizal saat dikonfirmasi,
Ahad (4/7/2021).
Dia
mengatakan, tidak semua barang seperti cabai pasokan hari ini untuk
besok. Artinya barang yang akan dijual besok hari ini sudah ada. Namun
jika banjir di Pangkalan berlarut, maka itu baru berdampak terhadap
pasokan sembako.
"Tapi
kalau dalam hari ini mobil pasokan ssmbako dari provinsi tetangga bisa
lewat, maka pasokan sembako aman. Hanya saja kadang-kadang pedagang kita
memanfaatkan stuasi ini dengan mengambil keuntungan. Padahal stok
sembako sudah tersedia. Itu yang susah kita mengontrolnya," terangnya.
Disinggung
soal harga sembako apakah mengalami kenaikan atas kejadian banjir di
Pangkalan, Asrizal memastikan untuk harga sembako berdasarkan pantauan
pihaknya di pasar tradisional pagi tadi masih normal dan stabil.
"Pantauan
petugas kita di lima pasar tradisional di Pekanbaru, yakni Pasar
Limapuluh, Pasar Sukaramai, Pasar Cik Puan, dan Pasar Pagi Arengka untuk
harga sembako masih normal. Ini kita pantau setiap pagi, jadi setiap
jam 08.00 WIB anggota kita turun ke pasar," tutupnya.